bisakah menggunakan ragam bahasa yang lebih halus saat kamu berkomunikasi dengan yang lain?
bisakah merefleksikan apa yang ingin kamu sampaikan ke dirimu sendiri dulu? dengan begitu kamu bisa tahu bagaimana efek yang dirasakan orang lain terhadap kata-katamu.
bisakah sedikit terbersit di benakmu untuk sedikit saja membahagiakan lawan bicaramu?
aku tak tahu teman, mungkin kamu memang begitu.
tapi untukku, butuh waktu beberapa lama untuk meredam tubuh yang gemetaran saat mengucapkan kata yang tidak sepantasnya aku sampaikan kepada mereka.
dan aku memilih diam ketimbang mengatakan sesuatu yang menyakiti mereka
aku tau aku tau, jujur itu lebih baik
toh, kejujuran bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik
mengingatkan seseorang pun bisa dilakukan dengan lebih menyenangkan, bukan?
aku tak tahu teman, aku pun tidak merasa aku sudah baik
hanya saja, aku tak tahan
telingaku penuh dengan input nada-nada tinggi, ketus yang sangat tidak baik untuk jiwaku
aku tidak nyaman
kita teman, kan?
aku ingin kita semua saling tersenyum
kita semua tak ada yang ingin disakiti kan?
yah, setidaknya diriku tak ingin disakiti
karena itu aku selalu tersenyum, apapun yang kalian lakukan
aku tak ingin membuat kalian terluka atas feedback yang aku berikan
tidakkah kau ingin seperti itu juga?
buat aku nyaman disampingmu, teman.
kita teman, kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar