Sempit

sempit, sempit. dunia saya sungguh sempit. Saya anak kecil bermata sipit. Tidak sadar dihadapannya terpapar dunia yang terang benderang. Saya terkungkung pada dunia kedokteran. Ya Allah, sungguh sempit.

Apa yang sudah saya lakukan untuk pendpro?
Ah, orang lain juga bisa melakukan itu! Tapi bukan itu yang diinginkan oleh Agus ketika menawarkan amanah ini pada saya. Lebih, lebih, saya tau. Saya sadar, dan saya tahu itu tidak mudah. Butuh waktu 14 hari saya berteguh hati menerima amanah ini dan mengatakan iya. Saya tahu sungguh berat menggantikan posisi Kak Desi yang telah membangun pendpro. Saya tahu proker SMSO 2011 sungguh menuntut segalanya, daya dan upaya. Dan bahwa saya harus mengorbankan beberapa hal untuk sementara waktu demi itu. Dan Pendpro tak hanya berisi SMSO, banyak hal lain yang tak kalah penting.

Lalu apa yang telah saya lakukan? Sebuah hal yang mungkin tidak bisa dilakukan orang lain, karena itu Agus mempercayakan posisi ini pada saya? Apa?! Masya Allah, pendpro yang saya bangun tak lebih dari sekedar Event Organizer. EO yang khusus membahas mengenai pendidikan dan profesi. EO, tak lebih. Lalu apa manfaat para anggota super yang telah bersama saya selama 6 bulan ini? Apa manfaat mereka membantu saya menjadi EO di pendpro ini? Masya Allah..

Ya Tuhan, saya ingin menjadi agen pendidikan. Pendidikan yang holistik, yang tak hanya terpaku pada pendidikan kedokteran. Saya ingin menjadi agen perubahan.

1. Saya ingin ikut ke Desa Binaan, sebagai agen pendidikan. Saya ingin mengajari anak-anak disana. Saya ingin mendidik mereka yang sebagian besar menderita down syndrome

2. Saya ingin merealisasikan esai saya. Saya ingin menerapkan multi-system based pada anak gelandangan. Saya ingin menjadi agen pendidikan dan penggerak mereka. Membuat mereka berwirausaha, mengajak mereka untuk berkreativitas. Ya Allah, saya ingin mereka mengamen dengan kreativitas, maka "uang" untuk mereka adalah upah atas kreativitas, bukan kasihan

3. Saya ingin mengabdi di daerah terpencil. Tinggal selama beberapa tahun, membantu mereka. Saya ingin mengenal warga Indonesia lebih dalam.

4. Ya Tuhan, sungguh serakah. Saya ingin mengadakan riset vaksin untuk Indonesia. Saya ingin bekerja di WHO untuk indonesia. Saya ingin Indonesia sehat, Indonesia sehat dengan caranya sendiri. Saya ingin membahagiakan Indonesia melalui riset.

Tuhan, saya serakah ya? Masya Allah.. Lalu apa yang bisa saya berikan untuk pendpro? Saya ingin memberikan dan memperjuangkan sistem pendidikan terbaik untuk Kedokteran. Tapi bagaimana caranya? Saya tidak mengerti politik, mungkin Hadi yang lebih paham. Saya tak mengerti birokrasi di sistem pendidikan. Saya tidak mengerti nalar dan alur melobi dalam melakukan audiensi dalam menyalurkan aspirasi. Saya tidak bisa memodifikasi apa yang ada di dalam pikiran saya agar keluar dengan lisan yang lebih halus.

Astagfirullah, lalu apa yang bisa saya berikan untuk pendpro? Tuhan, mereka tengah berada pada titik kulminasi. Tidak vera, fadeg, adit, tapi juga agus, hakim dan lain-lain. Entah kenapa saya belum, mungkin saya tidak memiliki nukleus untuk menerima rangsangan "jenuh" terhadap tanggung jawab ini. Tapi saya tak bisa berdiri tanpa mereka Ya Allah..

Astagfirullah, apa yang telah saya lakukan untuk dunia? Bahkan menampakkan wajah di muka dunia saja belum. Lalu apa yang bisa dicatat dunia atas kelahiran saya? Saya belum memberikan manfaat apa-apa atas keeksistensian saya di muka bumi. Hanya eksploitasi.

Sempit.. dunia saya sungguh sempit.
Mohon diperlebar, Ya Allah. Pertemukan dengan orang yang bisa membuatnya lebih lebar..

Tidak ada komentar: