hai Ega, hai uni Vivi!
Subhanallah jumlah pembaca blog ini bertambah lagi. Senang senang senang! Selamat datang di kotak sampah saya:) Dan peraturannya, kalian boleh baca, tapi jangan dibahas didepan saya (maluuu). anggap saja kalian tidak tahu apa-apa tentang saya, oke?

dalam comment facebook, saya menyimpulkan begini:
"yg terpenting dalam membangun sebuah sistem adalah komitmen. dan untuk membangun komitmen tidak perlu harus menderita, susah, dll. yang kita butuhkan hanyalah: saling percaya:)"
Ini berawal dari Kak Franz yang men-trigger saya dengan kata-katanya.
kak Franz : BEM tahun ini harus lebih baik dari tahun kakak, kata beliau. Gimana caranya? Mulailah dari sistem. Apa bagian terpenting dari sistem?
Saya : apa, kak? Komunikasi? Koordinasi?
F : Yah, coba dipikirkan dulu.
Ketika saya mentwit "apa bagian terpenting dari sistem?", kak Sardimon membantu saya: "Komitmen dari orang-orang yang ada dalam sistem itu"
Saya : Komitmen untuk berkontribusi?
Kak Dimon : Iya. Pernah terpikir gimana caranya Soekarno menjalankan pemerintahan tahun 1945?
Saya : Ga. Apa kak?
D : HP dan Internet belum ada. Jelas komunikasi dan koordinasi sangat sulit dilakukan (dibandingkan sekarang) jadi itu bukanlah inti dari sebuah sistem. Komitmen dan ikhlas dalam berjuang, itu yang tidak kita miliki sekarang. misal: Rapat jam 8 di Skora. Datang jam 10, alasan: xxxxxxxx
S : Enggar juga masih belum lulus dalam hal komitmen dalam hal ini #suka ngaret. Bagaimana cara membangun komitmen kalau begitu?
D : Penjajahan, penderitaan, perjuangan "mungkin" bisa menjadi fondasi dari sebuah komitmen. hehe.. untuk sekarang, nikmati saja dulu.
S : Harga yang setimpal untuk sebuah pembentukan sistem yang baik. Tapi haruskah? Kita semua sudah lelah untuk menderita.
D : Ingat nasihat seorang guru: "pengalaman (gak lulus SNMPTN, dll) adalah guru yang paling berharga. Kenapa kita tidak belajar dari pengalaman orang lain?
S : Enggar ingin membentuk Pendpro yang kuat. SMSO yang keren. Ingin mereka berkomitmen penuh. Tapi tidak tega kalau harus berawal dari penderitaan.
D : Mudah. Belajar dari "penderitaan" orang lain. Banyak bertanya dan menyimak. Hidup itu menyimak
Sampai saat itu, saya masih bingung dengan konsep sistem. Saya percaya ada banyak jalan untuk membentuk pribadi yang berkomitmen. Tanpa harus terjun dalam kesusahan. Pendpro yang saya bentuk selama ini, selalu saya bawa dalam kebahagiaan. Bahagia karena telah menjadi bagian dari pendpro.
Saya percaya, rasa saling percaya memiliki makna dan efek yang jauh lebih dahsyat dari yang terlihat oleh mata kita. Saya percaya bahwa kepercayaan dapat membentuk pribadi yang berkomitmen. Rasa percaya inilah yang akan saya bangun bersama teman-teman. di BEM, di Pendpro, di SMSO, dan di semua tempat selama saya masih bisa bersuara.
i give my white-straw to you
please take care of it
because i believe in you...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar