Malam ini Ibu saya mengabarkan tentang nenek saya. Kakinya bengkak. Nenek memang sakit-sakitan. Beliau adalah pesakitan dengan kemauan keras. Tak puas bila hanya berbaring di kasur. Pagi berkebun, siang masak, sore bertasbih dan baca al-Quran. Nenekku, dia nenek kesayanganku..
Ibu bilang nenek punya indera keenam. Saat nenek diare berat, nenek bilang "ini bukan saatnya". Dan memang nenek baik-baik saja saat itu. Tapi sekarang, nenek menunjuk-nunjuk kakinya yang edem lalu berkata "inilah pertandanya".
Sungguh bukan maksud untuk syirik, musyrik ataupun mendahului kuasa Allah. Hanya saat saya mendengar itu, saya langsung lemas, luluh. Sungguh tak bisa membayangkan bila harus berpisah dengan beliau.
Nenek saya, nenek yang paling saya sayangi. Yang tak pernah putus mendoakan saya. Yang tak pernah melupakan nama saya. Yang mengenali saya, bahkan ketika beliau tak mengenakan kacamata. Nenek yang keras kepala, yang mana sifat itu menurun pada saya. Nenek yang mandiri, yang tegar, yang penyayang, yang tak pernah berhenti memikirkan anak dan cucunya. Nenek, beliau adalah nenek kesayanganku.
Feby bilang kita tak pernah tau tentang ketetapan. Berharap semua baik, tapi itulah sifatnya titipan, bukan milik kita. Karena ada yang memilikinya. Feby benar, tapi sungguh saya sedang tak ingin membayangkan hidup tanpa dirinya. Saya belum membahagiakan beliau sama sekali.
Nenek, nenek pernah berjanji
untuk hadir dalam acara yudisiumku
Saat aku dinyatakan sarjana kedokteran
saat aku menyandang gelar Enggar Sari Kesuma Wardhani, S.Ked
Aku telah membayangkan,
ketika namaku disebut, akan kujemput nenek dari kursi tamu undangan
kutuntun dirinya menuju panggung bersamaku
menyaksikan diriku dikalungi gordon
nenek menyalami Dekan, begitu juga aku
lalu nenek aku peluk, aku meneteskan air mata
dalam hati aku bisa bilang "nek, ini kebahagiaanmu atas diriku yang pertama"
yah, nenek memang masih bisa berjalan
nenekku masih ada
semoga masih tetap ada 2 tahun lagi
2 tahun lagi, nek..
tunggu ya,,
kan nenek sudah janji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar