Mundur dari "agent of change"

tidak mengerti! sungguh tidak mengerti!
Maaf saya tidak bisa sebut nama untuk cerita ini.

Feby pernah berkata:
"ketika kita mengagumi manusia lama kelamaan kita akan kecewa. Itu karena manusia tak ada yang sempurna. Kagumilah Allah Yang Maha Sempurna, yang tak akan pernah mengecewakan kita barang sedetik pun"

AND IT WORKS!

Maaf saya pun tidak bisa menyebutkan masalahnya, murni karena ini menyangkut kepentingan banyak pihak. Bukan kompetensi saya untuk mengumbarnya disini, terlebih dibaca oleh teman-teman. Yah, sepertinya kekaguman saya sedikit luntur. Saya bingung dengan keputusannya.

Saya menulis status facebook : "lebih suka menjadi agent of change dalam kondisi bobrok, daripada menarik diri dan menjadi oposisi". Bukankah memang begitu idealnya? Bukankah kita adalah people of tomorrow? We are the one who would make better change. Terlalu dini untuk menarik diri dan mengalah atas masalah, teman. Kalau kamu terus seperti itu, selamanya kamu takkan bisa jadi pemenang. Dan saya kecewa atas keputusanmu.

Yah, mungkin dia punya pemikiran sendiri, punya alasan sendiri. saya tak berniat membujuknya untuk berubah. Dia pasti sudah memikirkannya matang-matang. Dan dia bukan anak kecil lagi. Tapi, tetap saja saya butuh alasan. Kami semua butuh alasan.

the show must go on
and the show will always go on, with or without you.

Tidak ada komentar: