Munas BPN sudah berakhir. Rasanya seperti mimpi ini dapat berjalan, dan berakhir dengan baik, menurut saya. Saya tak bisa mengatakan acara ini sukses karena saya, toh saya hanya berkontribusi sepersekian dari yang seharusnya saya berikan. Malu pada diri sendiri, sejak kapan saya mementingkan kepentingan pribadi seperti ini.
dialah Zindha Nurul Hafiizh, sosok yang paling keras mewujudkan kesuksesan acara ini. Segalanya tercurah demi munas: pikiran, finansial, tenaga, pulsa. dan bila saya mengatakan segalanya, itu memang berarti segalanya. Zindha telah jatuh, bangkit, terpuruk berulang kali demi munas. Sosok perkerja keras lainnya adalah Kuntum, Pue, Vera, Fadeg, Helza, Teteh. Dan tak lupa rekan-rekan yang lain: Kak Anci, Kak Dian, Kak Nandi, Ides, Defy, Lia, Tanti, Kak Syaukat, kak Ratih, Kak Didi, Kak Risky, Kak Ririn, kak Dimon, kak Ida, kak Alfi, Frida, dan nama-nama lain yang saya minta maaf tidak bisa saya tuliskan murni karena kekhilafan saya.
Kontribusi saya pada munas sungguh tak berarti apa-apa. Saya malu pada diri sendiri. Menampakkan diri hanya sesekali, membantu-bantu sedikit, lalu pulang. Ingin rasanya berkontribusi banyak, namun amanah saya tak hanya di sini. Masih ada NF tempat saya dituntut untuk profesional, keluarga yang membatasi, dan tentu saja Pendpro, departemen yang dalam sumpah jabatan BEM saya ucapkan untuk selalu saya optimalkan. Jangan-jangan Enggar nih dak galak dateng nak buat PKM? Tidak. PKM saya belum selesai. Belum saya kerjakan malah. Dan saya selalu berharap pada keajaiban. Saya tahu, memudahkan jalan orang lain dapat membuat Allah memudahkan jalan kita.
Dan disaat kita memikirkan nasib orang lain, jangan takut, insyaAllah Allah-lah yang memikirkan kita
ini adalah pesan yang mungkin takkan bisa saya sampaikan lewat lisan:
Zindha dan semua yang telah bekerja keras di balik MUNAS, tiada kata lain yang bisa saya ucapkan kepada kalian selain: MAAF. Maafkan saya. Maaf saya tidak di sana ketika kalian tengah membutuhkan saya. Maaf saya tidak bisa menggunakan mobil saya ketika saat itu sedang dibutuhkan untuk Musi Tour. Maaf malah merepotkan kalian untuk mengantarkan saya ketika kalian seharusnya mengurusi delegasi. Maaf hanya bisa menemani sedikit delegasi dan hanya mengiming-imingi delegasi dengan "jalan-jalan" tanpa bisa terealisasi. Maaf berbicara besar tanpa keinginan mewujudkannya. Maaf hanya bisa membawa kerupuk untuk delegasi ketika seharusnya membawa makanan bagi panitia yang kelaparan. Maaf kalian tidur dengan sempit sementara saya di kamar memikirkan kalian. Maaf saya hanya bisa memikirkan kalian tanpa bisa melakukan apa-apa. Maaf kerja saya tak baik. Maaf tidak datang saat seminar dan memilih mengajar privat.
Maaf membiarkan Zindha menanggung bebannya sendiri...
Saya ingin perubahan untuk SMSO 2011 nanti. Tak ada istilah SAYA dalam team SMSO nanti. Kita adalah TEAM SMSO. SMSO suskses karena KITA, bukan saya. Semoga hasilnya akan indah:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar