Ayah. Ayahku yang luarbiasa
Dia ayah terbaik, dia ayah yang istimewa
Masih kuingat ayah, buah kenakalanku dulu
SMP kelas satu. Pacaran dibelakangmu
Ayah marah, marah sekali. Malam itu aku dilarang untuk sekolah keesokan harinya
Tapi saat tertidur, ayah masuk ke kamar dan mencium aku
Ayah berkata “yang Ayah benci itu pacaran nya. Tapi Ayah tetep sayang samo kakak”
Dan ketika aku menulis ini, perasaan bersalah itu timbul lagi, menghasilkan manifestasi berupa airmata yang kini sekuat tenaga aku tahan
Ayah. Yang tak pernah menunjukkan bahwa beliau lelah
Uang beasiswa yang kugunakan membeli laptop, aku minta tolong ayah belikan
Ayah membelikan yang terbaik, namun dengan kredit
“DP nyo pake duit kakak, tapi gek angsurannyo biar ayah yang bayar. Gek kalo ado duit ayah ganti duit beasiswanyo”
Padahal sungguh tidak apa-apa, ayah. Sungguh
Ayah. Yang percaya penuh padaku.
Kelas tiga SMA, aku pertama kali diizinkan membawa mobil
Mobil itu membelok di tikungan dengan sudut yang sangat sempit
Mobil ayah penyok setengah karena aku
Ibu marah besar, ayah hanya diam lalu berkata
“kakak nak pake lagi mobil besok? Pakelah, tapi hati-hati be sayang yo..”
Ayah. Yang sangat membanggakan anaknya.
Selalu, aku bingung saat berpakaian. Aku wanita, dan sebagian besar wanita memang begitu
Ayah selalu bilang “kakak tu pake apo be bagus. Soalnyo kakak kan cantik.”
Kemarin, aku pulang dari Inderalaya jam 9 malam
Ayah menungguku, terkantuk-kantuk di parkiran pom bensin
Dengan alasan ditraktir bosnya makan malam, ayah mengelak lama menungguku.
Ayah yang seperti itu, ayah yang seperti itu adalah ayahku.
Ayah yang beralibi sudah kenyang dan menawarkan makanannya untukku saat aku bahkan sudah kenyang akan makananku sendiri
Ayah yang berkilah tidak sibuk saat aku meminta dijemput
Ayah yang tidak pernah bilang sedang sayang pulsa
Ayah yang tidak pernah lega sebelum anaknya kenyang
Ayah yang membereskan kasur saat kami malas dan tidur dengan posisi seenaknya
Ayah yang seperti itu, ayah yang seperti itu adalah ayahku.
Ayah, ayah. Andai aku diizinkan memilih
Aku ingin memiliki suami yang seperti ayah
Carikan aku, ayah...
Ayah melarang aku, maka carikan aku, ayah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar