ribuan puji-pujian rasanya takkan sanggup mengurai rasa terima kasih dan syukurku pada-Mu Tuhanku. Tuhanku tercinta, terkasih, teragung. Rasanya hati ini luluh setelah mengetik kalimat terakhir itu.
Pujian ini kututurkan malam ini, di depan laptop putih, dalam kamar orang tua saya, dengan backsound acara Kick Andy dan lampu yang sudah padam (Ayah saya telah tertidur, Ibu saya menonton Kick Andy). Aku berterima kasih, Tuhan. Aku telah dipertemukan dengan orangporang seperti Hafiz Hari Nugraha dan Rika Maulida. Baru saja aku membaca blog mereka. Blog yang begitu bagus, lurus, dan mencitrakan pribadi mereka yang begitu agung. Seketika aku merasa blog yang aku buat ini hanyalah sampah. Karena apa yang kuceritakan selama ini hanyalah ambisi dan emosi. Aku sadar telah mengeksploitasi blog ini. Maafkan aku, dua tahun telah menyiakan blog ku.
Pujian kututurkan padaMu, Tuhan. Kekasihku yang Mulia. Aku telah diizinkan mendengar fenomena ttg penyimpangan seks anak di Kick Andy. Begitu banyak penyimpangan kasat mata yang sangat menyedihkan. dilakukan tanpa sadar ataupun sadar, dengan dampak yang tak sedikit. Belum lagi dosanya. Mungkin aku pun salah satu dari mereka, aku tak tahu. mungkin saja..
Selanjutnya aku menelusuri blog kak Raissa 'Icha' Nurwany Rizal. Ternyata beliau menjadi juara II Lomba Public dan Scientific Poster di EAMSC 2011 Thailand kemarin. Grammar kak Icha pun bagus. Beliau sering chat dengan mahasiswa kedokteran negara lain. Mungkin akrab, subhanallah.
Rasanya sesak berada di sekeliling orang yang sehebat itu. Sesak sekali, karena aku tak melakukan apa-apa. Mungkin karena jiwaku belum tenang. Aku belum bertemu seseorang tempat hati bersandar. Mungkin itu sebabnya, tapi aku tak terlalu mengerti. Aku pun tak mengerti akan seperti apa hidupku nanti. Ayahku melarang pacaran, sedang aku merasa membutuhkan seseorang yang bisa kuandalkan. Dan aku tak pernah mengkomunikasikannya dengan Ayah, sebagian karena trauma. Aku pernah menjalin hubungan pacaran saat kelas I SMP (terlalu muda, memang) dan dampaknya luarbiasa menyakiti hati orangtuaku. aku tak ingin kembali lagi ke kenangan itu, terlebih mengingatkan Ayahku akan itu.
Kembali aku diperbolehkan kenal dengan Muhammad Ilman Djumairi yang sangat ramah. Beberapa malam terlewat dengan chat bersama Ilman. Rasanya senang. Tiga hari terakhir, Ilman tak pernah online lagi, kemungkinan besar karena ujiannya telah selesai, dia telah berkumpul dengan keluarga, mungkin tak butuh tempat bercerita lagi. Atau mungkin ia tak pernah online dirumah, meski aku tau Ilman masih sering memberi komentar akan status teman-temannya. Aku tak begitu tau, tapi ketidakhadirannya cukup menggangguku.
Ya Allah Tuhan, apa memang hidup harus seperti ini, atau hanya aku yang memilih untuk hidup seperti ini. Kemungkinan jawaban kedua lah yang benar. Hidupku penuh ambisi, penuh emosi, penuh dosa. Aku sering ingkar janji, terutama deadline. Seperti yang telah kukatakan, deadlineku bertumpuk-tumpuk. menjadi satu, berlipat-lipat. tak menentu. Mungkin kau yang membaca nya akan mengutukku. Yang terparah adalah newsletter amsa unsri. Deadline yang diberikan padaku adalah tanggal 31 Desember 2010. Hingga sekarang, 4 Februari 2011, belum kulakukan juga. Dan aku membawa nama unsri dalam tugas ini. Bila cerita tentang Unsri tak ada dalam newsletter amsa, maka itu sepenuhnya adalah kesalahanku. Parahnya lagi, aku mengabarkan ke Inez bahwa aku sudah menyelesaikannya. Kesalahanku adalah: tidak amanah dan tidak jujur. Masya Allah..
Malam ini aku telah berencana menyelesaikan newsletter itu, namun ketidakberadaan Ilman sangat menggangguku. Bukan, bukan Ilman yang salah. Aku yang terlalu pemikir. Aku ingin memastikan dulu segalanya antara aku dan dia baik-baik saja. Tidak ada apa-apa. Untuk keperluan itu (hanya itu), sepanjang malam aku meng-online-kan diri. menanti kabarnya. minimal sapaan nya. Kenapa enggak kamu aja yang duluan? Mungkin kalian akan bilang begitu, tapi aku selalu merasa terlalu "berani" seorang wanita duluan memulai pembicaraan dengan laki-laki. Dengan alasan itulah, aku selalu menunggu, dan menunggu. Apapun akan aku tunggu, aku tak pernah menyerahkan diriku. Aku selalu ditarik ke dalamnya.
Tweet Hafiz meyakinkanku bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Dia sekarat. Terlalu banyak komplikasi dimana-mana. Orang-orang krisis kepercayaan dan krisis moral. kemiskinan merajalela, begitupun korupsi. media dipolitisi, niat baik pun terselubung berbagai kepentingan. Aku sedih memikirkan Indonesia yang seperti ini. Rasanya ingin berbuat sesuatu, tapi apa? Aku hanyalah mahasiswa yang bahkan memenuhi janjinya sendiri tak bisa. Mungkin aku tak lebih baik ketimbang mereka. Yang terpikirkan hanyalah membuat PKM tentang pencegahan perilaku seks menyimpang pada anak. Namun masih belum terpikirkan tentang apa.
Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak, sebuah Tatalaksana Serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST
itu adalah judul esaiku. Kukirimkan untuk berlomba di ajang Scientific Atmosphere FK Udayana. Pasrah sudah, entah bagaimana hasilnya kuserahkan pada Allah SWT. Beliau Maha Baik, Beliau Maha Tau mana yang terbaik.
Finnaly, Alhamdulillah sudah diperbolehkan menyelesaikan tulisan ini. Semoga yang bermanfaat. Insya Allah akan aku ubah kebiasaan nge-blog buruk. Setelah ini aku akan tidur, biar besok bisa bangun pagi, mengantar adekku ke sekolahnya.
Sekali lagi terima kasih Allah, Tuhanku Yang Mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar