13 November 2011
Dalam kelelahan aktivitas, tiba-tiba saja saya teringat
dengan SMSO. SMSO telah usai, 6 minggu yang lalu. Tapi rasa lelahnya masih ada,
belum ada kelelahan lain yang bisa menggantikan lelahnya SMSO ini. Saya salah
bila mengatakan SMSO telah usai. Toh, masih begitu banyak hal yang harus
diselesaikan sebelum menyatakan event ini telah usai. Keuangan dekanat,
rektorat, honorarium juri, lalu LPJ, sertifikat yang belum selesai dan komplain
sertifikat dari beberapa peserta, beres-beres sekret, dan penutupan serta
evaluasi (sebut saja: makan-makan) panitia SMSO. Kalau itu selesai, apakah bisa
disebut selesai? Tentu saja belum. Masih ada tanggung jawab sebagai steering committee di SMSO 2012
mendatang. Bahkan SMSO 2012 disebut-sebut akan menargetkan acara hingga tingkat
ASEAN.
Bahkan bila pun SMSO 2012 telah berakhir, dan tanggung jawab
saya di sana selesai, atau bahkan nama saya sudah tidak akan disebut dan
diingat lagi dalam hiruk pikuk SMSO entah tahun keberapa setelahnya, bagi saya
SMSO 2011 tidak akan pernah berakhir. Kalian mungkin lupa, tapi saya tidak akan
lupa sama sekali. SMSO 2011 bukan sekedar sebuah program kerja, SMSO 2011
adalah segalanya. Segalanya berawal dan segalanya berakhir. Bila SMSO 2011
tidak pernah berakhir, maka di situlah segala kenangannya tidak akan pernah
berakhir.
Saya mengingat SMSO, dan sontak saya langsung mengingat
kalian, dan semua yang sudah pernah terjadi. Bisa saja saat itu kita tertawa,
tapi entah apa yang ada di dalam pikiran kalian. Lemahkah saya sebagai ketua? Saya
memaksa kalian, dengan cara saya, untuk mengusahakan hal-hal yang bahkan sepele
sekalipun. Saya mengingat kalian, dan saya menghela napas panjang, menyadari
beruntungnya saya memiliki rekan-rekan seperti kalian. Di saat saya harus terus
memperjuangkan semua hal-hal yang sulit, kalian tetap ada. Membantu, tidak
berorientasi pada kesalahan yang saya buat, tidak bermaksud menyalahkan, dan
sekarang saya hanya bisa membalas dengan kata sederhana: terima kasih. Sebuah terima kasih terlalu sederhana untuk
usaha yang sudah kalian lakukan.
SMSO 2011 sudah usai, tapi tidak akan pernah bagi saya.
Segalanya terlihat jelas, siapa memperjuangkan siapa. Siapa peduli siapa. Siapa
menginginkan siapa. Siapa peduli sampai batas apa. Siapa menghargai siapa.
Siapa memprioritaskan apa. Siapa bisa mengandalkan siapa. Siapa siap berkorban
untuk siapa. Dan segala siapa-siapa dan apa-apa itu. Terima kasih sudah memilih
memperjuangkan, peduli, menginginkan, menghargai, memprioritaskan,
mengandalkan, dan berkorban pada SMSO.
Tulisan ini harus diakhiri, tapi saya tidak tahu harus
mengakhiri dengan apa. Biarkan saja tidak punya akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar