Seorang teman dari jauh, yang baru kenal saya beberapa bulan
menyebut saya BURENG. Sebuah tamparan yang lucu.
Bureng adalah singkatan dari BUru RENGking. Si pengejar prestasi,
begitulah dia menyebut saya. Yang sebagian besar waktu dan kegiatan organisasinya
berhubungan dengan akademik. Pernyataan-pernyataannya serasa membenarkan apa
yang telah saya lakukan. Tapi benarkah?
Saya punya kekurangan, seperti aktif di dunia dakwah. Bukan tidak
ingin, bukan tidak suka, bukan tidak mau, bukan merasa itu menghabiskan waktu,
bukan menertawakan dalam hati kegiatan itu. Sesungguhnya saya amat sangat ingin
bisa ke sana, namun, saya merasa telah melangkah jauh. Saya merasa telah
tertinggal jauh. Saya merasa tidak pantas.
Bidang seni. Entah sejak kapan semua urusan ini dipercayakan pada
tim seni dan olahraga. Meskipun Yosi sering ajak diskusi juga tentang
konsep-konsep acara dan seni yang dirancangnya. Mungkin saya lebih dibutuhkan
di tempat lain.
Bidang olahraga. Memang yang satu ini gak bisa. Cuma bisa badminton
dan basket. Pernah main tenis tapi bukan bola yang saya tangkis melainkan
tulang hidung teman saya sendiri. Setelah itu agak trauma. Pingpong cuma bisa
servis, renang bisa tapi karena berjilbab jadi the end.
Membuat kajian dan advokasi sekarang jadi sesuatu hal yang baru,
yang cukup asyik menurut saya. Tapi tak perlu ditonjolkan, toh? Cukup saya,
Allah, dan beberapa orang yang tahu apa yang saya lakukan.
apa lagi? hmm.. jurnalistik? Meskipun tidak sering, setidaknya
majalah medifka di kepengurusan ini selalu saya kotori dengan tulisan saya
(yang agak aneh memang). Pengabdian Masyarakat... let's go PoA LKMM Nas!
PSDM... pengakaran ISMKI di institusi, peran guru dalam sekolah departemen.
Wirausaha, akan segera mulai, saya orang padang lohh.
Bureng atau bukan, terserah. Saya mengerjakan apa yang saya suka.
Tinggal Allah yang melihat dan memutuskan apa dan bagaimana saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar