Sebal

Agak sebal dengan diri sendiri,
seharusnya aku tak usah repot-repot mengingatkan diri
toh, diingatkan atau tidak, tidak akan terjadi sesuatu yang membuatnya rumit

ini hanya sederhana
sesederhana yang mungkin bisa kalian pikirkan

aku sebal, aku yang tak bisa khusyuk
sebal luarbiasa karena hal-hal yang ada disekeliling itu sesungguhnya tak ada artinya untuk dipikirkan
dan malam ini aku sadar betapa aku sudah membuang 10 malam tarawih untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya bisa aku singkirkan segera

aku sebal luarbiasa
aku sebal luarbiasa dengan diri sendiri yang selalu memandang segala sesuatu dengan berlebihan
sebal luarbiasa dengan daya imajinasi yang selalu terbang kemana-mana
sebal luarbiasa karena itu menghambat langkahku untuk berpikir jernih

dan mungkin saja itu menghambat mereka juga
mungkin saja ada pihak-pihak yang merasa terganggu
mungkin, itu sangat mungkin

aku sebal luarbiasa
dan malam ini aku disadarkan akan kesebalan luarbiasa itu sumbernya dari pikiranku sendiri
aku yang membuatnya menjadi begini

sebal. sebal.
segalanya sesimpel yang seharusnya
sebal.
kenapa selalu memandangnya serumit itu?

Tidak ada komentar: