menulis ini di saat saya memang sedang ingin menulis. Tapi saya sendiri bingung ingin menulis tentang apa. Ada beberapa buntal pemikiran yang ingin saya runut satu persatu, namun sekali lagi saya terhalangi karena prasangka buruk saya terhadap kalian, yang membaca blog ini. Saya tahut kalian berprasangka yang tidak-tidak terhadap saya, padahal sungguh, segalanya tidaklah segampang itu. Segalanya tidak seperti yang terjadi di sinetron, dan saya termasuk tipe orang yang tidak ingin jalan ceritanya sama dengan sinetron.
jalan cerita saya panjang. Dan mungkin rumit. Itulah yang saya bingungkan, kenapa orang-orang lain dapat dengan mudah menyudahi ceritanya, sedangkan jalan cerita saya rumit seperti ini. Yang sering saya abaikan karena saya malas merunutnya menjadi lebih sederhana. Dan ketika saya menulis ini, sontak langsung terpapar jawabannya, yang telah diturunkan beratus tahun lalu.
"Bila memang jalannya, niscaya dimudahkan. Tapi bila memang bukan, maka akan banyak rintangan yang menghalangi menuju ke sana"
Bisakah pernyataan itu menjawab kerumitan ini? Sesungguhnya rumitnya ini bersumber dari pikiran saya sendiri. Saya yang tidak berani. Saya yang hanya spekulasi. Kepo sana, kepo sini. Lalu tetap jawaban atas kebingungan saya mengambang. Sebagian besar prognosisnya adalah dubia et malam. Yah, saya sadar diri. Saya cukup sehat untuk menyadari itu.
Tidak ada yang tahu detilnya hal ini. Tak ada seorang pun. Dan saya berharap, sampai segalanya jelas, tak ada yang berhak tahu melainkan saya. Hanya saya yang punya hak untuk tahu, karena ini adalah tentang saya. Tentang pikiran rumit saya.
pikiran rumit apa?
benar-benar sulit untuk dituliskan di sini.
bismillah
cepat selesai, Ya Allah. Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Beranikah saya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar