Bukan saya tidak cinta ISMKI, bukan tidak loyal, bukan tidak ingin berkontribusi, bukan tidak ingin membaktikan ilmu yang telah saya dapatkan di LKMM Nas, bukan. Tapi ada banyak hal yang menjadi pertimbangan saya.
Saya ingin menjadi penikmat proker-proker ISMKI, yang berdiri di institusi, memodifikasi hasil konsep mereka, dan merealisasikannya di kampus FK Unsri. Kampus saya penuh dengan mahasiswa-mahasiswa multi amanah, dan saya akan bahagia bisa membantu menyelesaikan banyak pekerjaan mereka, dan membantu Unsri menuju ke arah yang lebih baik.
Saya sudah menjadi Excecutive Board AMSA Indonesia, Secretary of Research. Sebuah amanah yang besar, yang juga seimbang dengan beban menjadi PHN. AMSA adalah organisasi pertama saya di FK. Dia yang mengenalkan saya dengan organisasi, jauh sebelum BEM. Dia yang mengenalkan saya pada sebuah keluarga indonesia, jauh sebelum ISMKI. Dan saya memilih pulang ke AMSA..
ISMKI adalah roda yang tetap bisa berjalan, dengan atau tanpa saya. SDM ISMKI melimpah. ISMKI banyak berdiri orang-orang besar. Peserta Open Recruitmentnya tiap tahun mencapai 400 orang. Tentu saja orang-orang terpilihlah yang bisa berkontribusi sebagai PHN. Orang-orang super. Yang meskipun saya bingungkan, dari orang-orang super tersebut, masih saja ada beberapa orang yang masih belum merasa dapat "feel" di ISMKI, yang mengundurkan diri ditengah jalan karena Koas, yang cenderung apatis. Ini fakta. ISMKI sudah banyak orang-orang hebat. AMSA lebih membutuhkan saya ketimbang ISMKI.
Kak Franz menawarkan saya mendaftar di bidang Personalia ISMKI. Helloooo...!! Saya ikut organisasi bukan hanya untuk mengurus organisasi itu. Saya tak ingin berlelah-lelah mengurus internal. Esensi ISMKI bukanlah di situ. Esensi ISMKI ada pada Pengmas, Kastrat, Pendpro, Danus, Humas, Hublu, PSDM. Dan saya merasa tidak ada satu departemen pun yang cocok dengan saya. Departemen yang sekali lihat langsung "gue banget". Saya tidak punya "feel" di salah satupun departemen tersebut. Semuanya datar-datar saja. Bila ada departemen yang menggabungkan Pengmas, Pendpro, Kastrat, dan PSDM itulah baru departemen yang "gue banget".
Dua PHN sudah lebih dari cukup untuk mengisi kesibukan. Lalu dimana waktu untuk Nurul Fikri? Dimana waktu untuk diri sendiri?
Kontribusi lintas organisasi. Saya sudah berkomitmen akan membantu di ISMKI, meski tidak jadi pengurus. Komitmen yang bila saya singgung, pasti dihubung-hubungkan dengan seseorang dengan nama KAZAI. Kazai ternyata pernah mengucapkan hal yang sama dengan saya. Dan perkataannya smpai saat ini dianggap teman-teman tidak sesuai dengan tindakan. Mereka takut saya juga begitu. Mereka meragukan saya. Tapi, saya bukan dia.
Kak Franz mencemaskan kaderisasi Unsri dalam ISMKI. Karena sampai saat ini yang pasti akan berkontribusi di ISMKI baru dua orang. Beliau mengharapkan saya menjadi orang yang ketiga. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta Zindha dan Lathifah memasivkan informasi OR PHN ISMKI ini, sehingga dari Unsri mungkin ada beberapa yang berminat mencoba mendaftar.
Intinya, tidak ada alasan bagi saya untuk menjadi PHN ISMKI.
Tapi tak ada alasan juga bagi saya untuk tidak berkontribusi di sana.
Kalian boleh meragukan komitmen saya, itu hak kalian. Tapi biarkan saya mencoba melakukan yang saya bisa, dan kita lihat apakah Tuhan berkata lain terhadap saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar