akhirnya dia datang. diakah?

oke. ini adalah pembicaraan yang unik antara saya dan ibu. Ibu saya introvert, tabu membicarakan masalah perasaan: suka, cinta, naksir, pacar. Tabu bagi keluarga saya. Dan memang saya didoktrin untuk begitu.

Siang ini, di sela-sela membantu beliau memasak buka puasa, saya ditanyakan sesuatu yang tabu tersebut. Adalah dia, seorang anak teman ayah saya. Ayahnya pengusaha di jakarta, yang orang padang juga. Kuliah di Jakarta.

Ibu bertanya tentang dia. Maukah saya. Dia yang saya sendiri pun belum pernah bertemu sama sekali. Dan saya hanya tertawa.

Ibu saya berkata, kita tidak akan mengikuti budaya padang untuk "melamar" pria. Karena kita orang islam. Benarkah dia? Orang yang saya sendiri pun tak berani untuk menanyakan pada Ibu siapa namanya.

Akhirnya yang dijanjikan ayah datang.
diakah?
bagaimana saya bisa tahu?
dan ini masih akan lama.
Toh ayah menuntut saya unt selesai S2 dulu.

lucu, ternyata saatnya bertemu sudah hampir tiba...

Tidak ada komentar: