speechless

Aku bukannya gak ikhlas Enggar, cuma sedih aja. Aku rela kerja keras cuma untuk temen-temen panitia, aku berusaha bagaimana caranya acara ini harus jadi dan kita semua bisa dapet ilmu dari baksos ini. Jadi aku sedih bukan karena mereka idak begawe, tapi karena tidak setia (kecuali teman yang punya urusan penting yang harus diselesaikan atau gak dikasih izin ortu).

Jadi kalo dengar ado yang mengundurkan diri, semangat aku drop. Karena aku teringat sudah mengorbankan tidak belajar jadi operator sirkumsisi di kampung halaman, pasti banyak anak" sunatan di tempat paman 2 minggu itu.












...........speechless...........
prematurkah kita? Ini adalah aku yang dulu. Yang individual, yang merasa tidak ingin merepotkan orang lain. Baru minta bantuan bila sudah tidak sanggup lagi mengerjakannya seorang diri. Haruskah semua orang melalui tahap ini dulu baru berubah? Tahap ini melelahkan.

Tidak ada komentar: