mellow memikirkan kelas

setelah melakukan ritual meng-kepo-in isi flashdisk adik saya. (kepo: cari tahu, ubrak-abrik, geledah, dll). Saya menemukan sebuah video yang cukup menyentuh. Video sederhana, yang dibuat dengan Windows Movie Maker, yang menceritakan kelasnya. Adik saya baru kelas Sepuluh, tapi temannya yang membuat video itu seolah merasa begitu dekat dengan anggota kelasnya. Masing-masing orang dicantumkan fotonya dalam video tersebut, berikut dengan kesannya bersama orang itu. Merasa seperti ditampar, bagaimana dengan saya? Bagaimana dengan kita? Jelas memotivasi kekompakan kelas bukanlah tugas ketua angkatan, tapi semua anggota kelas tersebut.

Mereka apatis. Lalu kenapa?! Mereka apatis dalam organisasi, tapi belum tentu dalam sosialisasi, kan? Buktinya sesama apatis itu membentuk kelompok-kelompok. Artinya seapatisnya mereka, mereka tetap membutuhkan sosialisasi. Saya sudah menyentuh berbagai komunitas di kelas dan merasakan mereka tidak seburuk itu. Mereka punya rasa kesetiakawanan yang tinggi, yang alangkah baiknya bila diperluas, tak terbatas pada genk tertentu saja, tapi ke angkatan 2009 reguler.

sekedar merinci, mungkin sosialisasi saya belum sempurna benar, tapi saya mengenal garis besar pribadi orang-orang dikelas, tanpa ada satupun yang mengalami stereotipe. Kita masih punya banyak waktu untuk bersama-sama. 1,5 tahun lagi kita mulai akan berpisah di kehidupan klinis, yang bahkan berjalan satu genk pun sudah tidak memungkinkan lagi. 1,5 tahun yang berharga...

Saya percaya Tender Baksos yang diamanahkan ke 2009 Oktober-November nanti dapat menjadi momentum yang baik untuk kebersamaan kelas, baik layo maupun bukit. Entah kenapa untuk masalah yang satu ini saya tetap dapat optimis. Tapi, timbul masalah.. siapkah kita? Lalu, yang saya takutkan, ajang baksos ini dimanfaatkan untuk mempopulerkan diri, untuk berbagai kepentingan. Saya percaya semua dari kita adalah orang yang dapat memegang tanggung jawab, bila kita mau dan bersedia. Kita sudah dewasa, toh. Kita punya tempat bertanya, kita tidak sendirian. Angkatan 2009 ada 210 orang. 420 tangan yang siap mempersembahan yang terbaik. Kita pasti bisa kalau kita mau.

Angkatan 2009 Reguler,
kalian teman-teman yang saya banggakan. Tanpa terkecuali.
Calon teman sejawat kelak
Sama-sama mengharumkan nama almamater kita, sebagai satu angkatan
kita lebih dari saudara
ayo berjuang bersama, teman.
Bukan untuk menunjukkan kepada yang lain bahwa kita kompak.
Bukan untuk mendapatkan dedikasi dari para dosen.
Bukan untuk dilihat dan dicatat oleh malaikat
tapi demi diri kita sendiri,
demi rasa tenang yang mengucur deras saat bertatapan dan bekerja sama,
demi pandangan mata sayu yang menenangkan saat kita bersama,
demi rasa nyaman dan hangat sebagai sebuah keluarga.


kita
bisa

Tidak ada komentar: