Dear Anita Permatasari,
pemikiranmu sungguh... lurus. Mengingatkan saya akan diri saya, yang selalu melakukan sesuatu sepenuh hati. Mengharapkan hasil yang maksimal, baik untuk diri sendiri maupun penikmat karya kita. Sehingga hati menjadi makin merasa dekat dengan Allah. Tapi itu adalah aku yang dulu. Sekarang "aku yang dulu" tengah terseret-seret ombak. Terombang-ambing. Idealisme saya terkalahkan oleh perfeksionis dan keinginan membantu banyak orang. Sungguh aneh, padahal ketiganya baik, namun bagi saya itu neraka karena saya tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar sekarang.
Anita, kamu luarbiasa. Kamu hebat, dan jangan sedih karena itu. Sedihlah karena tidak bisa merealisasikannya. Dengan adanya dirimu, baru saya mengerti esensi PSDMO yang sungguh penting dalam tatanan departemen di BEM FK. Sungguh beruntung ada orang seperti teteh di sana. saya wanita, anita. saya tahu perasaan kamu. Yah, wanita memang punya bagian khusus tempat menyalurkan perasaannya.
intinya, saya sadar yang kita lakukan bukan hanya sekedar mengadakan acara. Harus ada perubahan dalam diri anak itu. Perubahan besar yang nantinya akan terus tertanam dalam diri mereka, membuat mereka memilki komitmen, kecintaan di BEM. Ingin berkontribusi penuh untuk BEM. DAN ITU SULIT!!
....
saya ada ide, teh!
nanti enggar sampaikan. Mungkin tidak bagus. Sungguh, tapi mungkin bisa menginspirasi.
Mulai dengan membuat mereka bertekuk lutut dibawah bendera merah putih. Mulai dari membuat mereka mencium bendera Indonesia dengan penuh keharuan. Membuat mereka berpikir bahwa bendera hanyalah simbolis belaka. Dimulai dari bendera, organisasi pun seperti itu. tak hanya menjalankan proker-proker dengan baik, bukan hanya membuat organisasi ini terkenal dan diminati. tapi lebih jauh ke dalam. Ada hasrat kecintaan sungguh terhadap organisasi. hasrat untuk membela organisasi lebih dari harga diri sendiri. Hasrat mementingkan kepentingan orang banyak ketimbang diri sendiri. hasrat untuk terus berpikiran lurus demi kebaikan semua pihak. Hasrat berkorban, hasrat membela, hasrat mengabdi.
oke, mari kita pikirkan. bagikan beban itu pada saya, teh.
semoga selalu dalam lindungan Allah
Cheers,
Enggar Sari K.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar