Saya dan sifat saya

Andai dari tadi pagi aku mengerjakannya, pasti sekarang sudah selesai dan aku tinggal mengerjakan beberapa hal lain yang belum sempat aku selesaikan. Tadi sore Kak Iskandar SMS aku, meminta tolong privat di rumah Happy. Aku kesana, ternyata muridku yang satu ini ulangan besok. Materinya Barisan dan Deret Bilangan. Dua jam dirumah Happy, sekali lagi perbaikan gizi berlebihan. Aku disuguhi makanan mulai dari kue kering sampai buah-buahan. Laper mata deh jadinya, jadi cicip yang ini sedikit, cicip yang ini, cicip yang itu. Sedikit tambah sedikit jadinya bukit. Bukitnya tertimbun di lambung. Jiahh,, berat badan kemungkinan bertambah lagi.

Pulang ke rumah, aku membuka blog. Ada update dari Anita Permatasari. Kulihat, dan Subhanallah.. Teteh cantik sekali. Terdapat fotonya dan ayah-ibunya. Tiga wajah tersebut aku kenal dengan baik. Aku pernah menginap dirumah Teteh, saat kepergianku ke Bandung untuk Spectrin Januari lalu. Mereka adalah keluarga yang luar biasa, luarbiasa baik hati, luarbiasa segala-galanya.

Aku memang suka menyebut nama orang saat menceritakan tentang orang itu. Tujuannya macam-macam.
1. Menghindarkan dari kebingungan aku dan pembaca (aku pelupa, bisa saja aku lupa siapa yang kumaksud),
2. Menghindarkan diri dari prasangka pembaca (ah, jangan-jangan enggar lagi ngomongin aku? padahal bukan orang itu yang kumaksud)
3. Komunikasi interpersonalku dengan orang yang dituju, agar si subjek tahu bagaimana komentarku tentang dirinya.
4. Dijadikan landasan kroscek dan kejujuranku. Indikator aku lebay adalah bila si subjek tidak merasakan fakta pada apa yang aku tulis (ini diluar pendapat pribadi)
5. Referensi bagi kalian yang membaca tentang pribadi yang kumaksud.

jadi jangan berpikiran aneh ya. Cukup aku saja yang aneh, jangan kalian ikut-ikutan aneh karena aku..

aku telah memutuskan untuk bahagia, inilah wujud kebahagiaanku..

Tidak ada komentar: