Pojok Imajinasi : FK Unsri

Saat ini imajinasi saya sedang teraktivasi. Berandai-andai akan kemana hidup ini melangkah. Bagaimana kehidupan temanku nanti. Bukan untuk mendahului takdir, sekali lagi ini hanyalah sebuah pengandaian dari imajinasiku. Siap? Oke, kita melangkah ke mesin waktu menuju 8 tahun lagi...

Jeng... jeng... jeng...

Mesin waktu berhenti di 4 Maret 2016. Mushola Madang yang dulu merupakan tempat nongkrongnya anak FK sepulang kuliah. Dan sekarang... mushola itu berubah! Ia menjadi sebuah cafe lesehan, ada in fokus untuk rapat-rapat atau sekedar pemutaran film, ada deretan rak-rak buku di dinding, serta foto-foto Gubernur Mahasiswa dan Ketua BPPM Ibnu Sina setiap generasi. Di sudut kantin kejujurn tetap ada, namun berupa Kulkas softdrink. Kalian tinggal menggesekkan KPM ke sana dan menekan tombol, cring, minuman yang diingin langsung tersedia.

Namun mushola itu bukan lagi tempat kami bersantai ria, merapatkan hal-hal mulai dari yang penting sampai ke gosip. Dari belajar bareng sampai nonton bareng. Mushola itu telah kami tinggalkan. Kami memiliki tempat nongkrong lain, yaitu rumah. Rumah tempat keluarga menanti, anak dan pasangan hidup. Rumah yang benar-benar rumah. Aku tak pernah bermimpi memiliki rumah besar, Ali pernah cerita rasanya ingin bertukar rumah denganku. Bisa dibilang dengan rumah sebesar miliknya, isi keluarga seakan tidak menyatu. Aku tak ingin begitu.

FK Unsri telah berganti Dekan. Samar-samar kulihat sosok beliau. Perawakannya santai dan humoris. Berkacamata, kemeja putih, tubuh yang sehat, dan langkah santai. Beliau menghargai semua orang yang melintas, melemparkan senyum, menyapa dengan santun. Dekan yang seperti itu, tegas ketika memimpin, santun sebagai teman, cerdas sebagai dosen, pintar dalam memandang masalah, dan menghargai mahasiswa dengan segala pluralismenya. FK Unsri melakukan perbaikan sarana, gedungnya direnovasi, dan bila kau memasuki gerbang madang, kau seolah merasa salah tempat. FK Unsri telah berubah. Gedungnya besar, arsitektur palembang yang kental, dengan aroma rumah sakit yang khas. Elegan dan apik, mahasiswa yang cinta kebersihan, WC dengan kualitas kelas satu. Tempat berwudhu yang takkan habis air mengalir, sruang kuliah yang tak kalah dengan ruang rapat anggota DPR. Perpustakaan yang lengkap, nyaman, dan update. Spot-spot internet di setiap sudut. Ruangan dosen yang nyaman dan terjamah mahasiswa. Di ruang dosen tersedia ruang konsultasi skripsi maupun makalah ilmiah yang dilombakan.

Terdapat pengeras suara di tiap ruangan, dengan administrasi berbahasa Inggris. Kerap pengeras suara itu diisi dengan lagu-lagu layaknya radio, yang juga menyajikan info-info kedokteran. Ruang skill lab khusus dan laboratorium yang tak jauh. Laboratorium kerap digunakan untuk penelitian mahasiswa sebagai salah satu misi FK Unsri untuk menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan mencetak peraih nobel pertama.

BO AMSA telah mengadakan pertukaran pelajar. Kini FK Unsri ramai akan mahasiswa dari luar Indonesia seperti Amerika, Eropa dan Asia. Medifak telah bekerja sama dengan Kompas dan menerbitkan rubrik khusus kedokteran di koran tersebut. Medifka mendapat akses untuk mewawancarai berbagai petinggi ilmu kedokteran lokal maupun mancanegara, salah satunya bekerja sama dengan WHO dalam program WHD di Afrika. TBMS telah dipercaya masyarakat Sumatera Selatan sebagai SAR kedua. Untuk bencana, kecelakaan, dll TBMS memiliki nomor hotline khusus yang dapat langsung tanggap bencana dan menolong korban. FKIA bekerja sama dengan DIKTI menerima project penelitian dari WHO tentang pengembangan vaksin HIV dan pengalihan fungsi tembakau. Ibnu Sina, seperti yang telah kuceritakan memiliki musholla yan sungguh luar biasa. Syiar Islam sungguh terdengar ke seantero Unsri. Suasana islami nan ilmiah sunguh menyejukkan hati.

to be continued...

aku telah memutuskan untuk bahagia, inilah wujud kebahagiaanku..

Tidak ada komentar: