Fiuh.. akhirnya bisa buka internet lagi. Sepertinya saya sudah addicted. Wew, korban teknologi.
Yah, akhirnya nenek dirawat di rumah sakit. Beliau didiagnosis Congestive Heart Failure. Jantungnya, yang telah berusia 75 tahun lebih 8 bulan 7 hari (hari ke 21 jantung mulai berdenyut), sudah tak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Manifestasinya adalah edema kaki, yang selama ini beliau sebut sebagai "pertanda". Dokter menyuntikkan furosemid pada infus nenek. Kateter pun di pasang. Dan kateter yang berkapasitas 1 liter itu pun telah diganti 3 kali dalam 6 jam. Kaki nenek mulai kembali normal, alhamdulillah...
Nenekku, Syamsiar, tak ada gelar Hajah di depan nama beliau. Dan mungkin takkan pernah. Kondisi beliau yang sudah tidak mampu menempuh perjalanan jauh. Nenek pun punya penyakit lain, komplikasi paru, diabetes (Glukosanya 508 g/dL), gout dan pendengaran yang minim. Lalu apa yang bisa aku berikan? aku hanya bisa mengantarkan ibuku menengok beliau, memegangi selang infus selama beliau mandi, memijat-mijat kakinya yang lemah, menggenggam jari-jari tangannya yang membesar karena endapan kristal asam urat pada sendi-sendinya. Aku tak bisa melakukan apa-apa. Termasuk membantu menyediakan fasilitas kamar rumah sakit yang nyaman pun tak bisa.
Nenekku dirawat di bangsal. Tidak punya uang untuk dirawat di ruang kelas I. Nenek satu kamar dengan pasien komplikasi hati, ginjal, jantung, paru, dan maag. Kondisi pasien tersebut sungguh miris. Lower abdominal membesar, mulut ternganga seakan membantu napasnya yang sudah satu-satu, mata melotot namun kosong, dan aroma tak sedap dari pasien itu. Miris melihat pasien itu, sungguh hidupnya sangat menderita. Kondisi yang selama ini hanya dapat aku bayangkan dari skenario tutorial yang diberikan, kini tergambar jelas bagaimana penderitaan mereka.
sedang aku, apa yang bisa kulakukan untuk mereka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar