Tuhan, ZINDHA menangis..

Bismillah..

Tuhan, ZINDHA menangis.. Zindha Nurul Hafiizh ku menangis tersedu-sedu. Dari sedu sedan nya aku tahu rasa sakit yang dia pikul karena beban tanggung jawabnya sebagai ketua di Munas Mukernas BPN yang belum ada pencerahan sama sekali, sekali lagi terkendala dana. Zindha yang kuat, yang bisa menenangkanku, yang kokoh, yang baik hati menangis tersedu-sedu.. Aku tak tahan, Tuhan. Aku tak tahan dengan air matanya..

Dari pagi aku sudah tahu gelagat Zindha beda dari biasanya. Dia terlihat sungguh depresi, dan aku telah menduga ini semua disebabkan oleh munas. Dia tak nafsu makan, jarang tersebyum, dan sibuk mencoret-coret kertasnya sendiri. Awalnya aku menduga Zindha punya masalah tambahan dengan Bang Adi, ternyata tidak.

Zindha menulis:
hate
forget
forgive

di hampir banyak sudut kertas, dan aku tak mengerti apa artinya. Ketika dosen menjelaskan IT, Zindha mencoret-coret jadwal IT kami, (sesuatu yang belum pernah sama sekali aku lihat). "Ingin nangis tapi tak bisa", itu salah satu kalimat yang aku baca di kertasnya. Sungguh dia adalah seorang yang tegar. Bagaimana mungkin orang setegar dia bisa menjadi begit rapuh karena munas. Zindha dear, yang sabar ya.

Di akhir rapat, belakangan aku tahu permasalahan yang dipikul oleh Zindha
1. kebutuhan Munas yang 21 juta, saat ini (3minggu menjelang acara) baru terkumpul 3oo ribu
2. karena keuangan Munas belum ada, semua modal selama ini pake uangnya ketua (Zindha)
3. Anggota yang lain acuh tak acuh, diajak rapat tak ada yang datang, diminta menyebar proposal, tak ada yang hadir. tanpa pemberitahuan.
4. Hotel Swarnadwipa tempat kami booking untuk menginap harus sudah menerima bukti jadi booking (uang DP) sesegera mungkin, ini tak mungkin dengan kas munas yang hanya 300ribu

Luarbiasa beban yang ia tanggung sendiri. Dan aku tahu sebagai wanita dia sudah tegar sekali. Selain sebagai ketua munas, Zindha pun memiliki banyak jabatan di organisasi lain, seperti : kadep Infokom FKIA, PHN Hublu ISMKI, Kadep Eksternal BEM FK Unsri. Jadi pekerjaannya sangat berlipat-lipat.. Sungguh dia sudah menahan beban ini cukup lama, dan bagai bom waktu sekarang dia meledak..

Besok Zindha akan bolos kuliah. Dia akan melakukan audiesi ke Pemerintah Prabumulih, Alex Noerdin, dll. Aku tak tahu harus bilang apa, yang pasti aku akan mengirimkan doa untuknya.
Zindha dear, bundaku tersayang. Semoga kamu tabah, aku dan teman-teman ada disini untukmu. Love u dear:))

Allah Tuhanku yang Agung, kutahu ini adalah ujian sekaligus peringatan untuk kami, kaum yang serakah akan jabatan, yang sombong merasa dapat melakukan segalanya, padahal sesungguhnya kami tak lebih kecil dari seonggok pasir di laut yang selalu diterjang ombak pantai silih berganti.

Kami sadar akan kelalaian ini Ya Allah. Ampunkanlah kami, sesungguhnya hanya kepadaMu lah kami meminta dan hanya kepadaMu lah kami memohon. Tuhan, hamba percaya dibalik semua kesukaran pasti akan ada kemudahan. Kami sedang dalam masa-masa kritis kesukaran itu Ya Allah, tapi kami sadar di ujung sana ada sebuah secercah cahaya keberhasilan menuggu kami.

Ya Allah mohon bimbing kami menuju jalan itu, kami buta arah. Ya Allah, izinkan kami mempersembahkan yang terbaik untuk Munas, demi nama institusi tempat kami bernaung, demi martabat diri dan orang tua, demi teman-teman yang tela bekerja keras.

ya Allah, mohon bantuanMu.. amin..

Tidak ada komentar: