I. SKENARIO A BLOK VII
Ny. A, 50 tahun, dibawa ke UGD RSUP Moh. Husein karena kulit seluruh tubuhnya melepuh. Berdasarkan anamnesis, diketahui bahwa hal tersebut terjadi setelah Ny. A minum obat Cortimoxazol. Bokter mendiagnosis Ny. A menderita Sinsdroma Steven Johnson. Pada perawatan selanjutnya di Bangsal Penyakit Dalam, diketahui Ny. A juga menderita Diabetes Mellitus Tipe II.
Sekitar 1 pekan dirawat, keadaan kulit melepuh tersebut membaik tetapi timbul beberapa karkunkel di punggung Ny. A. Pasien tersebut dikonsulkan ke Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, karbunkel tersebut termasuk salah satu penyakit Skin and Soft Tissue Infection (SSTI). Beberapa karbunkel tersebut pecah dan mengeluarkan pus. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Infeksi Tropik melakukan swab pada karbunkel yang pecah tersebut dan dikirimkan ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik. Hasil biakan dan uji kepekaan terhadap mikroba ditemukan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Galilah dan diskusikan sebanyak mungkin, hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Ny. A!
II. KLARIFIKASI ISTILAH
A. Melepuh : blister; pembengkakan pada permukaan kulit yang berisikan cairan
B. Sindroma Stephen Johnson* : bentuk eritema multiforme yang kadang-kadang berakibat fatal dengan prodromal seperti penyakit flu dan ditandai dengan lesi submukotan yang berat. Eritema: kemerahan kulit dihasilkan oleh kongesti pembuluh kapiler
C. Cortimoxazol : antibiotik yang merupakan kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim, berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh
D. Diabetes Melitus tipe II : suatu bentuk diabetes melitus ringan, terkadang asimtomatik dan tidak dipengaruhi insulin
E. Karbunkel : infeksi nekrotikan pada kulit dan subkutan berupa bisul disebabkan oleh Staphilococcus aureus
F. SSTI* : Infeksi kulit dan jaringan
G. Swab : segumpal kapas atau absorben lain yang dilekatkan erat pada ujung kawat atau batang, digunakan untuk memberikan obat-obatan, mengangkat sesuatu, mengumpulkan bahan bakteriologis, dll.
H. MRSA : jenis bakteri gram-positif patogen Staphilococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik Meticilin.
I. Antimikroba : agen dengan afek membunuh mikroorganisme atau menekan perbiakan atau pertumbuhannya.
III. IDENTIFIKASI MASALAH
1. Kulit di seluruh tubuh Ny. A, 50 tahun, melepuh setelah mengonsumsi Cortimoxazol.
2. Ny. A didiagnosis menderita Sindroma Stephen Johnson.
3. Ny. A diketahui menderita Diabetes Melitus tipe II setelah ia dirawat di Bangsal Penyakit Dalam.
4. Setelah 1 pekan dirawat, keadaan kulit melepuh di seluruh tubuh Ny. A membaik, namun timbul beberapa karbunkel di punggungnya. Karbunkel tersebut diketahui menrupakan salah satu penyakit SSTI.
5. Beberapa karbunkel di punggung Ny. A pecah, mengeluarkan pus dan dilakukan swab pada karbunkel yang pecah tersebut untuk dikirimkan ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik.
6. Pada hasil biakan dan uji kepekaan terhadap antimikroba, ditemukan bakteri Methicil-lin Resistant Staphilococcus aureus (MRSA).
IV. ANALISIS MASALAH
1. a. Bagaimana histologi permukaan kulit?
b. Apa itu melepuh? (definisi, jenis, etiologi, manifestasi, prognosis, dan treatment)
c. Bagaimana patofisiologi melepuh?
c. Apa itu cortimoxazol? (penggolongan, indikasi, kontraindikasi, efek samping)
d. Mengapa kulit di seluruh tubuh Ny. A melepuh setelah mengonsumsi cortimoxazol?
e. Bagaimana peran faktor usia dan jenis kelamin dalam peristiwa ini?
2. a. Apa itu Sindroma Stephen Johnson? (definisi, jenis, etiologi, manifestasi, prognosis,
dan treatment)
b. Bagaimana patogenesis dari Sindroma Stephen Johnson?
c. Bagaimana patofisiologi dari Sindroma Stephen Johnson?
d. Bagaimana cara menegakkan diagnosis terhadap pasien penderita Sindroma Stephen Johnson?
3. a. Apa itu Diabetes Mellitus tipe II? (definisi, jenis, etiologi, manifestasi, prognosis, dan
treatment)
b. Bagaimana patogenesis dari Diabetes Mellitus tipe II?
c. Bagaimana patofisiologi dari Diabetes Mellitus tipe II?
d. Bagaimana cara menegakkan diagnosis terhadap pasien penderita Sindroma Stephen
Johnson?
e. Apa hubungan Diabetes Melitus tipe II yang diderita Ny. A terhadap Sindroma Step-
hen Johnson?
4. a. Bagaimana patogenesis karbunkel?
b. Bagaimana patofisiologi karbunkel?
c. Mengapa karbunkel yang terbentuk setelah kulit Ny. A yang melepuh di seluruh tubuh
membaik, tersebar terbatas pada bagian punggung?
d. Apa itu SSTI (Skin and Soft Tissue Infection)?
5. a. Mengapa karbunkel pada punggung Ny. A pecah?
b. Apa itu pus dan mengapa pada karbunkel yang pecah tersebut mengeluarkan pus?
c. Bagaimana cara melakukan swab?
d. Bagaimana cara mengangkut hasil swab ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik?
6. a. Bagaimana cara membiakkan karbunkel hasil swab?
b. Bagaimana cara menguji kepekaan terhadap antimikroba pada hasil biakan tersebut?
c. Apa itu MRSA (Methicillin Resistant Staphilococcus aureus)?
d. Bagaimana mekanisme resistensi Metisilin pada bakteri Staphilococcus aureus?
e. Apa dampak terpajannya MRSA pada Ny. A?
f. Obat-obatan apa saja yang dapat digunakan sebagai antimikroba MRSA?
g. Apakah tatalaksana yang tepat untuk Ny. A?
h. Bagaimana cara mencegah epidemiologi MRSA?
V. HIPOTESIS
Nyonya A, 50 tahun, menderita Sindroma Stephen Johnson karena mengonsumsi Cortimoxazol
LI
DIKETIK LI DAN JAWABAN ANALISIS MASALAHNYA
DAK TERIMO LI N ANALISIS MENTAH
KIRIM KE enggarwardhani@yahoo.co.id ATAU BAWA FLASDIS/LAPTOP
YANG DAK NYETOR.....HMMM... AWAS LA E!!!
JANGAN LUPA DAFTAR PUSTAKA!!!
KASI GAMBAR, Y.. PERLU BUAT LAMPIRAN DI SINTESIS...
TENGKYU...
SELLY dan AGITHA
Melepuh + Cortimoxazol + sedikit Histologi Permukaan Kulit (kaitkan dengan melepuhnya)
+ sedikit teori ttg ANTIBIOTIKA (jenis2nya)
Analisis No. 1
VERA dan LIA
SSJ + DM II
Analisis No. 2 dan 3
MONICK dan YOSSI
Karbunkel + PUS+ SSTI
Analisis No. 4 dan 5
ENGGAR dan RAHMAT FAJRI
Swab + MRSA + MORFOLOGI STAPHYLOCOCCUS AUREUS + sedikit INFEKSI BAKTERI GRAM-POSITIF
Analisis No. 5 dan 6
FEBY dan AZKA
Pemeriksaan Lab (uji kepekaan) + pembiakan + cara mengirim hasil lab
Analisis No. 5 dan 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar